Wednesday, April 18, 2012

Pelajaran dari Kisah Lalat

Telah tsabit (tetap) dalam shahih Bukhari hadits dari Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi  wa Sallam bersabda:
إذا ولغ الذباب في شراب أحدكم فليغمسه ثم ليطرحه فإن في أحد جناحيه داء
وفي الآخر الدواء
”Jika seekor lalat jatuh ke dalam minuman salah seorang dari kalian, maka hendaklah ia mencelupkannya (ke dalam air minumannya) kemudian mengangkatnya, karena pada salah satu sayapnya terdapat racun dan pada yang lainnya terdapat  penawarnya”.
Dikeluarkan oleh Bukhari, No (5782) di Kitaabut Thib, dan Abu Daud seperti itu juga, No
(3844) di Kitaabul Ath'imah. Dan juga dikeluarkan oleh Ibnu Majah, No (3505) di Kitaabuth
Thib, dan oleh Imam Ahmad di kitabnya Al-Musnad (2 / 246, 263, 340, 355).

         saat pelajaran kimia organik saya pernah mendengar
pada suatu campuran rasemat, maka pasangan itu sering mempunyai sifat yang berbeda. yang satu menimbulkan efek buruk berupa penyakit, yang satunya lagi sebagai penawarnya atau sebaliknya
contoh, pada suplemen ibu hamil, memang mampu menenangkan ibu hamil itu ketika stress , tapi dampak buruknya yaitu rawan bahwa anaknya cacat, hal ini karena campuran rasemat itu mempunyai sifat yang bertolakbelakang

subhanallah, ternyata rasulullah sudah memberitahukan pengetahuan ini sebelum adanya penelitian
("_")

Saturday, April 7, 2012

Sebab Do'a Tidak Dikabulkan Menurut Hikam Ibnu Athaillah


Pernahkah anda berpikir mengapa Allah tidak mengabulkan do`a kita, padahal Allah sendiri yang menjanjikan “berdoalah kepada-Ku, niscaya aku kabulkan”. Ketahuilah bahwa Allah sudah mengabulkan do`a kita namun ada beberapa hal yang perlu kita ketahui:
1. Allah mengabulkan doa anda tapi bukan pada sesuatu yang anda minta tapi pada sesuatu yang anda butuhkan, dan Allah maha mengetahui apa yang sebenarnya anda butuhkan.
2. Allah mengabulkan do`a, tetapi belum sampai kepada kita. karena kita belum pantas menerima do`a tersebut, maka berusahalah agar kita pantas menerima doa tersebut. Perlu kita ingat do`a Nabi Musa dan Nabi Harun:
رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلا يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ
Doa ini dikabuilkan Allah setelah 40 tahun, yaitu dengan ditenggelamkannya firaun dan kaumnnya kelaut merah
3. Allah mengabulkan do`a anda, tapi ia lebih suka anda terus mengulang berdo`a karena do`a adalah ibadah, maka seringlah berdo`a dan berusahalah agar anda benar-benar pantas menerima dari do`a tersebut.

3 TINGKATAN IKHLAS MENURUT HIKAM IBNU ATHAILLAH3 Tingkatan Ikhlas Menurut Hikam Ibnu Athaillah


 Ibnu Athaillah dalam hikam-nya, membagi Ikhlas kepada tiga tingkatan, yiatu:
Ikhlash Abidin
Abidin artinya ahli ibadah, jadi yang dimaksud Ikhlas Abidin artinya Ikhlasnya Ahli Ibadah. Ikhlas Abidin yaitu beramal karena Allah dan mengharap fahala fahala yang dijanjikan dan menghindari siksaan Allah. Iklash Abidin ini menisbahkan amal perbuatan kepada dirinya dan meyakini bahwa ibadah itulah yang menghasilkan manfaat berupa fahala dan syurga. Ikhlas semacam ini terlepas dari riya baik yang nyata maupun tersembunyi.
Ikhlas Muhibbin
Muhibbin artinya pecinta, ikhlasnya orang cinta yaitu beramal murni karena Allah, semata-mata karena kecintaannya kepada Allah dank arena kebesan Allah bukan karena fahala atau menghindari dosa. Karena itulah rabiatul adawiyah berkata “Tidaklah akau menyembah engkau karena takut neraka dan tidak pula karena ingin syurga, maka akau nisbhakan ibadah itu kepadaku”
Ikhlas Arifin
Arifin artinya kenal atau akrab. Ikhlasnya orang yang akrab dengan Allah yaitu memandang hatinya kepada Allah yang menggerakkan dan yang mendiamkannya. Iikhlas semacam ini tidak lagi memandang bahwa amal, usaha, atau ibdahnya itu adalah perbuatannya tapi itu semua adalah kehendak dan daya upaya Allah semata, sesuai dengan maksud perkataan La haula wala quwata illa billah.