Monday, January 30, 2012

The Values of Life in Salman Dormitory

            Salman Dormitory is established because any purpose. First, when in day, the Salman staf can work well but in the night, they are taking a rest and the mosque controlling is handled by Salman Dormitory. Because that, the ability of the mosque controlling is needed for Salman Dormitory people.
            Second, Salman organizer trust that this generation  will carry on this country. So they want born the better generation. Because that, the Salman Dormitory people are given the knowledge about morals. So the Salman Dormitory people should understand the values in the society. And the values can be gotten from history or experience of the older people.
            Third, Salman want Salman Dormitory people be associate people, not just in ITB campus but with people around ITB campus. Because that, Salman Dormitory people is trained to be friendly people that always serve the other people. So Salman Dormitory people should have a eventthat interact with the other people aroung ITB campus. But not just have, they should be active in that event.
            This 3 purpose may be just bacic and the addition is depended on the Salman Dormitory people creativity.
““good luck the excellent Salman Dormitory”
(created by hasan because of the violation)

Monday, January 23, 2012

Petuah Mas Johan

Rangkuman dan ulasan kembali beberapa patah kata dari mas johan
            Asssalamu’alaikum wr. wb. Saudaraku ASTRA dan ASTRI
Teringat senin kemaren (23 januari 2012) saya dan rekan2 asrama lain bertemu dg mas johan untuk membahas progam asrama. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, tapi sebelumnya saya ingin menuliskan terlebih dahulu agar banyak masukan.
Pertama, terkait bel dan kunci asrama. Mas johan menyampaikan bahwa kamar merupakan hal privasi sehingga lebih baik untuk dikunci agar menjaga privasi tersebut. Bagaimana untuk mengantisipasi masalah pembangunan ataupun suatu kode? Mas johan mengususlkan untuk diadakannya bel. Terserah kita menaruhnya dimana atau teknis penandaannya gimana! Mas johan menyampaikan pula bahwa ketika kita ingin menerima tamu, kita tentunya belum tahu tentang karakter tamu tersebut sehingga bahaya jika kamar tetap terbuka. Menanggapi hal ini, saya mengusulkan untuk pihak asrama untuk selalu menutup pintu , (setidaknya untuk meminimalkan tamu yang secara tak sengaja melintas dan melihat kondisi kamar kita “yang bisa dikatakan selalu berantakan”. Pertimbangan lain yaitu, ketika kamar dikunci, saya lebih kawatir bahwa rasa kekeluargaan kita semakin pudar karena kita sangat individu) jadi saya baru bisa menyarankan teman2 untuk selalu menutup pintu kamar. Tetapi apabila memang sudah tiada orang dalam kamar tersebut, maka saya pertimbangkan bahwa tiap kamar mempunyai kunci masing2 yang bisa dikunci setika semua orang di asrama pergi. Jadi memang bagi saya hal itu saya maklumi.
Kedua terkait sholat berjama’ah. Saya tidak enggan mengatakan hal yang sebenarnya terjadi di asrama putra, bahwa memang ada kalanya saya melihat ada yang sholat sendiri di asrama. Pesan dari mas johan seperti berikut “ jika anak asrama berada di lingkungan salman, maka wajib sholat berjama’ah di awal waktu”. Saudaraku, sebenarnya tanpa pesan ini, harus kita sadari kalau kita sampai melakukannya mau ditaruh dimana iman kita. Saya pahami bahwa ada kalanya kebutuhan/kepetingan lain yang mendadak. Tapi kalau itu sering bukan mendadak namanya melainkan kebiasaan. Saya berharap, kedepanya setiap orang sadarah akan kebiasaan ini. Kalau sedang longgar, ya segeralah 5 menit sebelum adzan sudah ada di masjid. Ini penting saudaraku karena akan melatih kepekaan kita dengan lingkungan sekitar.
Ketiga saudaraku, ini terkait dengan kebersihan asrama. Bisa dikatakan terutama asrama putra karena mas johan sudah menila sendiri. 1 hal yang saya soroti, ketika bangun tidur mas johan melihat sendiri bahwa selimut masih berserakan. Saya tidak ingin bertele-tele. Langsung saja, ayo kalau mau menjadi pribadi muslim yang baik, itu ada hadis tentang kebersihan adalah sebagian dari iman. Mari kita buktikan hadis tersebut, dan mari saling mengingatkan teman kita, (macam manapula kita ingin jadi manusia individu). Saudrakau, tambahan pula sebagai renungan. Saya tahu saudaraku, surga itu sangat luas, tapi apakah hanya kita yang ingin mendiaminyna saja. Saya rasa tidak, mana pula di surga orang ingin sendirian tanpa teman. Nah, oleh karena itu mari kita saling mengingatkan agar bisa menjadi lebih baik.
Keempat, tentang pakaian atau jemuran, saya wajar sependapat denga  temen2 bahwa jemuran tersebut memang tak tahu siapa pula pemiliknya. Tapi yang lebih disoroti bagi saya yaitu, ayo kitatingkatkan kepedulian kita. Ketika adakalanya hujan dan ada cucian, mari kita bangun bersama-sama rasa kepedulian, kita angkat jemuran. insyaALLAH itu akan memberikan manfaat dan rasa nikmatnya berkeluarga.
Kelimanya, terkait dengan iman atau adzan ataupun jadwal yang lain, begini saudaraku. Ketika kita mendapat amanah dan sudah diingatkan. Adakah rasa respon diantara kita semua. Saya pahami mungkin ada yang tak punya pulsa untuk membalas , tapi kan bisa pinjam teman sebentar. Bagaimana kalau lupa, saya rasa sudah diingatkan sebelumnya. Nah pada poin inti, saudaraku mungkin santai aja dengan meninggalkan amanah tersebut, tapi pernahkah engkau menunggu hal yang tiada pasti, engkau pasti rasakan rasa gundah, gelisah, bingung dan sebagainya. Seperti itulah yang dirasakan oleh penanggung jawab. Engkau sudah diberi kelonggaran waktu untuk membalas, tapi apakah engkau tega dengan beban lebih yang ditanggung oleh saudaramu! Silahkan saudaraku merenungi sendiri hal itu.
Mungkin itu dulu rangkuman dari saya berdasarkan perkataan mas johan, saya bertemu dengan mas johan selama kurang lebih 2 jam, jadi tak ada salah bila rangkuman ini memang sepanjang ini. Saya sadari pula mungkin akan bosan membaca ini, tapi bagaimanakah perasaan yang orang lain yang bisa jadi sakit hati atas sikap kita. Sebelumnya saya minta maaf belumbisa menampung semuanya, ada yang hadir selain saya – saya harap bisa mengoreksi dan menambahkan. Jika ada ingin berbagi, saya tidak segan untuk menerimanya, silahkan untuk mengirimkan komentarnya di email saya , hasan_hyt@yahoo.co.id untuk menjaga hal privasi. Saya kira cukup itu saja. Saya berharap asrama ini kedepannya bisa menjadi asrama yang lebih baik (ada beberapa hal penting yang belum saya sampaikan, tapi nanti dulu saja, saya menunggu komentar ini dulu)
sekian, wassalamu’alaikum wr. wb.
Yang lemah tiada daya
hasan

Aplikasi Sifat Qona'ah

Assalamu’alaikum wr. wb.
Saudaraku sekalian, puji syukur senantiasa kita lantunkan untuk mengharapkan ridho ALLAH SWT yang selalu memberikan nikmat kesehatan. Kita patut mensyukuri kesehatan fisik kita ini,npagi hari kita masih diberi nafas yang melegakan, fisik kita masih dijaga dari marabahaya yang sewaktu-waktu bisa mengancam diri kita. Tiada lupa pula akan nikmat iman yang patut disyukuri karena tanpa iman manapula seseorang bisa mengenal keadilan, kearifan serta perilaku baik lainnya di dunia ini.
Sebelumnya saya berterima kasih kepada pembaca yang mau meluangkan waktunya untuk membaca artikel ini. Saya ingin menyampaikan makna suatu hadis yang telah disampaikan kepada saya tentang memilki dunia seisinya. Tiada jauh bunyinya seperti ini, ada 3 perkara yang bila manusia memilikinya di hari itu maka seperti memiliki dunia dan seisinya. Perkara tersebut yaitu aman di dunia, sehat jasadnya dan mempunyai makanan untuk hari itu.
Saudaraku, 3 kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan dasar yang menjadi incaran setiap manusia. Adapaun kebutuhan lainnya setiap orang akan menganggapnya sebagai kebutuhan sekunder atau tersier.
Pada perihal pertama tentang aman di dunia, patut kita syukuri jika suatu hari kita bangun dan merasakan suatu kesenangan dalam hati, kesejukan dalam hati dan tiada masalah yang menghantui kita. Bandingkan dengan orang yang ketika bangun langsung merasa gundah dihatinya, perbuatan yang ia lakukan semalam membuatnya tiada tenang pula. Ia risau, gundah, bingung apa yanng harus dilakukan. Masalah demi masalah ia rasakan bertubi-tubi menimpa dirinya. Di sisi lain, coba kita renungkan bagaimanakah kalau tadi mala itu ada bencana dan tiada keselamatan bersama kita, sungguh apakah ajal sudah menunggu kita.
Perihal yang kedua mengenai sehat jasad, sungguh bersyukur orang yang pada hari itu memiliki kesehatan, ia bisa beraktifitas dengan maksimal. Bisa menebarkan senyum kepada yang lain, ataupun yang sangat dinantikan bisa memeberi manfaat untuk orang lain. Coba kita bandingkan dengan orang yang tak sehat, ia selalu diuji dengan kesakitannya itu. Ada yang bisa bersabar, adapula yang tidak. Sulit sekali untuk menampakkan senyum gembira kepada orang disekitarnya, atau bahkan orang disekitarnya risau dengan kondisinya yang sakit itu. Belum lagi jika ada tugas yang belum tersampaikan, akan selalu terpikirkan bagaimana pula ia bisa menyelesaikan tugas tersebut jika dalam kondisi sakit.
Perihal ketiga yaitu mempunyai makan di hari itu, seperti jawaban umar bin abdul aziz (semoga ALLAH SWT memberikan rahmat kepadanya) yang ditanya tentang penghasilannya. Beliaupun menjawab, “kebaikan diantara 2 keburukan”. Maksudnya tengah-tengah itu lebih baik. Termasuk dalam perihal makan ini,ada kalanya orang yang tidak mempunyai makanan, mereka selalu risau bagaimana aku bisa hidup hari ini. Atau bagaimanakah dengan orang kaya yang mempunyai banyak harta, tetapi selalu dipenuhi kebimbangan untuk apa hartanya dihabiskan yang pada ujungnya mereka gunakan untuk foya-foya. Sungguh ketika seseorang mempunyai makanan hari itu, sangatlah bersyukur. Coba kita renungkan, kalaupun orang tersebut punya banyak uang tetapi tak ada yang menjual makanan, manapula ia bisa merasakan kesenangan. Makan padda hari itu merupakan pengisian energi agara pada hari itu diberikan kekuatan untuk beribadah kepada ALLAH SWT.
Saudaraku, pada poin inti yang ingin saya sampaiakan yaitu tentang sifat qona’ah. Setiap orang akan bersusah payah unntuk mendapatkan 3 hal tersebut sebanyak-banyaknya. Tapi tak jarang pula banyak yang melupakan tuhannya, mereka melupakan rasa syukur, mereka lupa akan tuhannya sehingga mereka sesuka berbuat di dunia ini. Qona’ah merupakan rasa syukur yang seharusnya dimiliki orang setiap orang tapi tentunya bukan memiliki pengertian pasrah.
Coba renunngkan, bangsa ini merasa bahwa sangat tertinggal, mereka merasa sangat kekurangan. Tapai pada ujungnya kekurangan tersebut berujung pada kepentingan individu. Kalau seseorang bisa bekerja giat dan ia menerimanya secara logis tanpa melibatkan nafsu dan amarah maka bisa bersama-sama untuk memajukan bangsa ini.
Saudarakau, pesan yang ingin saya sampaikan yaitu kalaupun orang lain belum bisa berbuat qona’ah, mari kita memulai dari diri sendiri. Jnganlah terlalu banyak menuntut kepada orang lain. Tetapi tiada lupa pula kita untuk senantiasa mendoakan mereka agar diberi hidayah oleh ALLAH SWT. Senantiasa kita istiqomah dalam berbuat qona’ah ini maka insyaALLAH akan menjadi kenyataan apa yang kita harapkan, apa yang kita cita-citakan.
Itulah perihal yang saya sampaikan melalui artikel ini, saya sadari banyak kesalahan dalam penulisannya. Saya berharap ada kritik dan saran yang menanggapai artikel ini. Terima kasih atas kesediaannya untuk membaca artikel ini.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Hasan Hidayattuloh
Merangkum materi serta mengulas kembali dengan bahasa sendiri

Menuju Indonesia yang lebih baik

Assalamu’alaikum wr. wb.
Puji syukur ke hadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan banyak kenikmatan kepada hambanya. Nikmat sehat sehingga hambanya mampu beraktifitas, nikmat iman pula yang senantiasa menjadikan hambanya menjadi manusia yang bertaqwa.
Bangsa Indonesia kian lama seharusnya kian maju, maju dari segi teknologo, maju dari segi ekonomi. Akan tetapi, pada kenyataannya tidaklah seperti yang diharapkan. Bangsa ini kian lama terlihat kian terpuruk, korupsi semakin meningkat, teknologi tiada pula berkembang, demonstrasi semakin sering terjadi, kericuhan antar suku sering muncul dan banyak kasus lainnya. Seharusnya manusia berfikir mengapa mereka tidak berkembang, mengapa tidak menjadi bangsa yang maju. Oleh karena itu, ada niatan pula bagi saya untuk mengulas sedikit tentang hal tersebut.
Menurut pengamatan saya, sering kita lihat bahwa bangsa ini bergantung kepada bangsa lain. Produk china banyak yang masuk dan mendominasi perekonmian negara Indonesia. Tak kalah pula dengan produk jepang yang semakin melejit ataupun perusahan-perusahaan luar negeri seperti amerika yang sering mengambil sumber daya alam kita. Lalu dimanakah letak kesalahannya?
Penyebab pertama yaitu berkaitan dengan mental bangsa kita. Tidakkah kita perhatikan, sejak zaman dahulu sampai sekarang bangsa kita sangat bergantung kepada bangsa lain, rasa kepercayaan dirinya seperti tiada. Mereka pesimis terhadap kemampuan mereka sendiri. Contoh, sumber daya alam di negara kita bisa dikatakan melimpah tapi pada kenyataannya bukanlah kita yang mengolahnya. Kita seperti monyet yang hanya melihat orang2 asing mengambil harta kita. Emas kita diambil secara sembunyi-sembunyi bahkan saat ini bisa dikatakan diambil secara terang-terangan karena kita sudah tahu tapi tetap membiarkan. Mereka sebenarnya tahu bahwa orang luar itu mengambilnya tapi karena sikap pasrah, mental takut yang menyebabkan kata ikhlas dicuri terlewatkan dalam pikiran.
Saudaraku, apa yang bisa kita ambil dari hal ini. Jika kita terus menerus terkekang dalam udaya mental rendah ini, bagaimanakah kita bisa maju. Jika kita tak mau merubah menjadi yang lebih baik, manapula kebaikan datang kepada kita. Ingatkah bagaimana perjuangan rasululloh saw. Beliau yang berasal dari keluarga yang kaya, rela melepaskan semua itu, hanya untuk kepentingan umat ini. Beliau sadar, mental terleha-leha dalam kenikmatan tersebut tidak baik. Beliau lebih memilih bagaimanakah memupuk mental kuat untuk umat islam ini. Beliau rela mengalami penderitaan yang begitu mendalam.
Saudaraku, pilihan kita. Apakah kita tetap berada pada zona nyaman ini, ataukah kita mau berubah untuk mejadi yang lebih baik. Tapi ingatlah, hidup di dunia ini taklah lama. Seperti kisah yang rasululloh ceritakan seperti orang yang dalam perjalanan dan mampir untuk minum saja. Bagaimana kita mau membangun bangsa ini jika tidak kita mulai dari sejak dini, sejak kita sekarang ini. Apakah kita hanya kan saling menyalahkan orang lain. Tentu jika kita mengakui bahwa kita muslim, tiada pula yang mau untuk berada dalam mental enakut ini.
Saudaraku, ingatlah bahwa suatu saat kitalah yang akan menggantikan generasi lama. Masalahnya apakah kita seperti mereka, yang mempnyai akhlak buruk atau kita tetap dalam perilaku yang rasululloh contohkan. Pada perihal pertama ini, mari kita sama-sama membuang jauh mental penakut ini. Kita tinggalkan zona nyaman ini. Mari kita berjuang teguh untuk menjadi muslim yang sempurna. Kita tinggalkan kenikmatan duniawi yang semakin kita mencarinya maka semakin haus akan kenikmatan itu.
Saudaraku, terkait penyebab kedua. Teringat akan motto bangsa Indonesia, Bhineka Tunggal Eka. Suatu motto yang mantap mengingatkan kita pentingnya untuk bersatu. Prof. Dr. M. Amien Rais menceritkan bahwa ada beliau bernah bertemu dengan orang cina, lalu beliau bertanya, “sir, what is your secret of your country success?” lalu orang cina itu pun menjawab, “we don’t have secret”. Dengan heran pun bapak Amien Rais bertanya kembali, “no secret!!! So, how can it be?”. Pada intinya orang cina tersebut menjawab dengan tiga poin inti yaitu berhenti bertikai, bersatu padu dan bekerja keras. Lihatlah saudaraku, seperti jepang pula, sebuah negara islam (menerapkan konsep islam) tapi bukan negara islam (karena orangnya mayoritas bukanlah muslim). Mereka berkap teguh pada kesatuan dan kerja keras.
Coba kita bandingkan dengan indonesia, antara rakyat dan pemerintahpun tiada satu paham pula. Mereka lebih mementingkan kepentingan individualis. Antara suku satu dengan yang lainpun tak jarang pula bertikai. Bagaiamanakah bisa maju kalau masalah kecil selalu diungkit-ungkit. Keanekaragaman itu bagus, tapi kalau selalu diperdebatkan, manapula bisa bersatu.
Saudaraku, poin yang yang ketiga tersebut yaitu bekerja keras. Saya sedikit miris melihat bangsa ini yang bekerja asal-asalan atau yang penting beres. Mereka berfikir pendek sekali. Mereka menginginkan hasil yang lebih tapi usahanya tak sebanding dengan apa yang ingin didapatkan. Apakah sama dengan kita saudaraku?
Pada bagian ketiga ini, saya menyoroti. Bagaimanakah perilaku kita sekarang ini. Apakah kita masih mempunyai mental penakut, apakah kita sering bertikai untnuk masalah sepele, ataukah kita sering bermalas-malasan. Bagaimana pula jika kita sering prots kepada pemerintah, tapi kita tak pernah mengevaluasi diri kita sendiri. Janagn-jangan 20 tahunlagi dimana kita yang mengggantikan pejabat pemerintahan, samapula ketidakbiadaban kita dengan mereka yang sekarang duduk-duduk nyaman menikmati penderitaa rakyatnya.
Pada kesimpulan artikel ini, marilah kita tinggalkan mental penakut ini. Kita wujudkan sikap berani untuk menyatakan yang benar walau itu pahit. Keduanya marilah kita bersatu padu untuk memajukan bangsa ini, janganlah kita megedepankan ego kita, mengedepankan kepentingan individualis kita. Terakhir pula, jika kita ingin hasil yang mksimal, kita harus bekerja keras yang maksimal pula, jangan kita terlau membayangkan angan-angan kosong.
Sekian dari saya, saya sadari bahwa ini banyak kesalahan, saran dan kritik selalu saya nantikan.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Hasan Hidayattuloh
(rangkuman dari pidato Prof, dr. M. Amien Rais
dengan pengungkapan kembali dengan bahasa saya)