Wednesday, January 2, 2013

Organic Rankine Cycle (ORC)


Negara Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sekitar 13.667 pulau. Negara yang disebut pula sebagai negara nusantara memiliki populasi lebih dari 200 juta jiwa. Dari jumlah pulau yang ada, hanya sekitar 6000 pulau yang sudah dihuni. Dengan jumlah pulau yang relatif banyak, Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sumber daya alam. Pulau-pulau besar seperti jawa, sumatera, kalimantan dan lain-lain sudah mempunyai teknologi yang cukup memadai untuk mengolah sumber daya alam tersebut. Oleh karena itu, banyak sumber daya alam yang diolah di kota-kota besar.
Saat ini, pulau-pulau kecil yang berada di Indonesia mengalami kesulitan pengolahan sumber daya alam dikarenakan sedikitnya pasokan energi listrik yang masuk ke pulau-pulau tersebut. Energi listrik lebih banyak didapatkan dari kota-kota besar sehingga pulau-pulau kecil ini bisa dikatakan belum mandiri. Banyaknya pulau-pulau kecil di Indonesia menyebabkan disentralisasi teknologi sangat diperlukan. Disentralisai teknologi ini merupakan penerapan teknologi yang meliputi daerah masing-masing tanpa ketergantungan pusat kota.
Alternatif disentralisasi teknologi yang dapat dipakai yaitu sistem pembangkit  Organic Rankine Cycle (ORC). Sistem ini membangkitkan listrik dari sumber energi terbaharukan dengan memanfaatkan sumber panas bertemperatur dan bertekanan rendah. Siklus Rankine Konvensional dengan refrigeran digunakan sebagai fluida kerja untuk menghasilkan listrik dimodifikasi menjadi Organic Rankine Cycle (ORC)  dengan fluida organik sebagai fluida kerja yang memiliki titik didih yang rendah.
Sistem pembangkit ORC mempunyai 4 komponen utama yaitu evaporator, turbin, kondensor dan pompa. Evaporator digunakan untuk menguapkan fluida organik dari fasa cair menjadi uap panas sebelum dimasukan kedalam turbin. Turbin digunakan untuk mengekspansi dan menurunkan tekanan fluida organik. Turbin ini disambungkan dengan generator yang akan menghasilkan listrik. Setelah melewati turbin, fluida kerja akan dicairkan dalam kondensor yang selanjutnya akan dipompa menuju evaporator. proses ini tidak jauh berbeda dengan siklus Rankine Konvensional.
Perbedaan siklus Rankine Konvensional dengan ORC ditampilkan dalam tabel.1
Tabel.1 perbedaan Siklus Rankine Konvensional dengan ORC
Kriteria
Siklus Rankine Konvensional
ORC
Fluida kerja penghasil uap
Air
Organik
Tempat pemanasan
Boiler sebagai penambahan panas
Evaporator sebagai penyerapan panas
Instalasi sistem pembangkit ORC dapat diamati pada gambar.1
Gambar.1 Contoh instalasi sistem Organic Rankine Cycle

Keuntungan penggunaan sistem pembangkit ORC yaitu lebih sederhana dibanding via gasifikasi biomassa + motor bakar gas/diesel ketika berbahan bakar biomassa. Biaya yang dibutuhkan sekitar 5 kali lipat lebih kecil dari pemanfaatan energi terbarukan lainnya. Selain itu, efisiensi naik sekitar 3 kali lipat lebih besar dikarenakan penangkapan panas berlebih yang terbuang.
Saat ini Amerika Serikat, Australia dan beberapa negara di Eropa sudah memanfatakan sistem pembangkit ORC. Sedangkan di Indonesia belum ada penerapannya. Oleh karena itu diperlukan pembuatan proyek demonstrasi pembangkitan listrik skala kecil sistem ORC.

Sumber Referensi :


No comments:

Post a Comment