Negara
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sekitar
13.667 pulau. Negara yang disebut pula sebagai negara nusantara memiliki
populasi lebih dari 200 juta jiwa. Dari jumlah pulau yang ada, hanya sekitar
6000 pulau yang sudah dihuni. Dengan jumlah pulau yang relatif banyak,
Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sumber daya alam. Pulau-pulau
besar seperti jawa, sumatera, kalimantan dan lain-lain sudah mempunyai
teknologi yang cukup memadai untuk mengolah sumber daya alam tersebut. Oleh
karena itu, banyak sumber daya alam yang diolah di kota-kota besar.
Saat
ini, pulau-pulau kecil yang berada di Indonesia mengalami kesulitan pengolahan
sumber daya alam dikarenakan sedikitnya pasokan energi listrik yang masuk ke
pulau-pulau tersebut. Energi listrik lebih banyak didapatkan dari kota-kota
besar sehingga pulau-pulau kecil ini bisa dikatakan belum mandiri. Banyaknya
pulau-pulau kecil di Indonesia menyebabkan disentralisasi teknologi sangat
diperlukan. Disentralisai teknologi ini merupakan penerapan teknologi yang
meliputi daerah masing-masing tanpa ketergantungan pusat kota.
Alternatif
disentralisasi teknologi yang dapat dipakai yaitu sistem pembangkit Organic
Rankine Cycle (ORC). Sistem ini membangkitkan listrik dari sumber energi
terbaharukan dengan memanfaatkan sumber panas bertemperatur dan bertekanan
rendah. Siklus Rankine Konvensional dengan refrigeran digunakan sebagai fluida
kerja untuk menghasilkan listrik dimodifikasi menjadi Organic Rankine Cycle (ORC)
dengan fluida organik sebagai fluida kerja yang memiliki titik didih
yang rendah.
Sistem
pembangkit ORC mempunyai 4 komponen utama yaitu evaporator, turbin, kondensor
dan pompa. Evaporator digunakan untuk menguapkan fluida organik dari fasa cair
menjadi uap panas sebelum dimasukan kedalam turbin. Turbin digunakan untuk
mengekspansi dan menurunkan tekanan fluida organik. Turbin ini disambungkan
dengan generator yang akan menghasilkan listrik. Setelah melewati turbin,
fluida kerja akan dicairkan dalam kondensor yang selanjutnya akan dipompa
menuju evaporator. proses ini tidak jauh berbeda dengan siklus Rankine
Konvensional.
Perbedaan
siklus Rankine Konvensional dengan ORC ditampilkan dalam tabel.1
Tabel.1
perbedaan Siklus Rankine Konvensional dengan ORC
|
Kriteria
|
Siklus Rankine Konvensional
|
ORC
|
|
Fluida kerja penghasil uap
|
Air
|
Organik
|
|
Tempat pemanasan
|
Boiler sebagai penambahan panas
|
Evaporator sebagai penyerapan panas
|
Instalasi
sistem pembangkit ORC dapat diamati pada gambar.1
Gambar.1
Contoh instalasi sistem Organic Rankine
Cycle
Keuntungan
penggunaan sistem pembangkit ORC yaitu lebih sederhana dibanding via gasifikasi
biomassa + motor bakar gas/diesel ketika berbahan bakar biomassa. Biaya yang
dibutuhkan sekitar 5 kali lipat lebih kecil dari pemanfaatan energi terbarukan
lainnya. Selain itu, efisiensi naik sekitar 3 kali lipat lebih besar
dikarenakan penangkapan panas berlebih yang terbuang.
Saat
ini Amerika Serikat, Australia dan beberapa negara di Eropa sudah memanfatakan
sistem pembangkit ORC. Sedangkan di Indonesia belum ada penerapannya. Oleh
karena itu diperlukan pembuatan proyek demonstrasi pembangkitan listrik skala
kecil sistem ORC.
Sumber
Referensi :

No comments:
Post a Comment