Sore hari saat itu begitu mengenangkan, sang dayat yang "mbeling" itu pergi bersama adik perempuannya. seperti biasa ia bermain2.
saat itu pula, kakek sang dayat sedang membakar sampah. bagi sang dayat, menarik sekali api2 itu.
ia pun mencoba-coba untuk pergi kesana. semakin mendekati api itu, maka semakin menambah ketertarikaannya kepada api itu.
alhasil, ia pun melewati api itu dan tanpa disadari, sang dayat tidak ingat kembali kejadian setelah itu, ia hanya mengingat ibunda sang dayat menggotong ke teras rumah. beliau memoleskan odol ke kaki sang dayat. oh, rupanya jaman dahulu ketika ada yang terbakar kulitnya, diobati lebih dahulu dengan odol. entah kenapa seperti itu.
kejadian itu mengingatkan sang dayat, betapa kawatirnya ibunda sang dayat ketika sang dayat terkena bahaya. sungguh terpancar kasih sayang seorang ibu.
walaupun pengalaman itu membuat sang dayat luka2, sang dayat tidak henti-hentinya berbuat nakal lagi dan ia dikenal sebagai anak yang "mbeling" oleh ibunya.
No comments:
Post a Comment