Sunday, May 20, 2012

KORUPSI


            Negara Indonesia dikenal sebagai negara yang sering terlibat dalam perkara korupsi. Seperti yang tertera dalam harian kompas bahwa negara Indonesia berada di peringkat ke-100 (1). Berdasarkan peringkat tersebut maka  perlu adanya upaya untuk memberantas korupsi sehingga negara Indonesia ini menjadi negara yang lebih makmur.
Ulasan ini bertujuan untuk menemukan solusi dalam menyikapi korupsi yang semakin lama semakin  menjadi-jadi. Ulasan ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu pengertian korupsi, penyebab korupsi serta solusi untuk mengurangi tingkat korupsi.
Korupsi mempunyai beberapa pengertian. Pengertian ini berbeda untuk setiap sudut pandang yang berbeda. Akan tetapi secara umum, korupsi didefinisikan sebagai tindakan penyalahgunaan baik dalam bentuk jabatan, uang, waktu, pikiran, tenaga, dan lain-lain. Penyalahgunaan ini mempunyai arti bahwa apa yang seharusnya menjadi milik orang lain justru menjadi kepentingan diri sendiri.
            Kadangkalanya kita sering mendengar berita tentang korupsi yang sering terdengar di kalangan pemerintah ataupun perusahaan sehingga ada makna bahwa korupsi adalah penyelewengan atau oenggelapan uang negara atau perusahaan sebagai tempat seseorang bekerja untuk kepentingan pribadi atau orang lain. Pengertian ini menyibukkan kita untuk fokus dalam mengamati kejelekkan pemerintah. Saya sependapat bahwa memang oemerintah harus kita tegaskan sehingga kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak seenaknya sendiri tanpa memikirkan kepentingan umat.
            Tidak terlepas dari hal itu, kita juga harus mengkoreksi masyarakat kita bahwa suatu pemimpin itu dipilih berdasarkan kondisi dari kaum tersebut. Oleh karena itu, korupsi juga bisa didefinisikan dalam berbagai masalah di masyarakat itu, entah pendidikan, kebudayaan, religi ataupun yang lain.
            Berdasarkan uraian sebelumnya maka  korupsi ini sebenarnya bermula dari hal yang dasar terlebih dahulu yaitu suatu masyarakat. Masyarakat yang berakhlak buruk maka akan memilih pemerintah yang bururk pula karena masyarakat itu sudah menganggap bahwa keburuka tersebut itu sudah wajar. Tetapi tidak jarang pula kita sering mendengar berita bahwa pelaku korupsi berasal dari kaum muslimin sendiri. Kita sadari bahwa kaum muslimin di Indonesia sangat beragam sehingga parameter keimanan sangat tipis terlihatnya. Tetapi dengan sulitnya mengidentifikasi hal tersebut, tidak membuat kita mudah putus asa untuk mencari kebenaran.
            Berdasarkan QS: At Taubah ayat 12 yang  artinya : 
        “Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.”.
            Kita dituntut untuk berani tegas kepada pemimpin kita yang menyalahi janji-janji mereka. Pemimpin ini bukan hanya yang berada di kursi DPR melainkan yang berada di daerah-daerah sekitar kita.
            Contohnya seperti ini: adakalanya kita merasa enggan bila pak RT/RW kita berbuat kecurangan dalam mengurus administrasi desa, tetapi kita sebagai warga sering tak acuh sehingga hal ini menyebabkan tindakan pak RT/RW terus menjadi-jadi. Oleh karena itu, ayat ini menganjurkan kepada kita agar tegas dalam meluruskan pemimpin-pemimpin kita tanpa kita tergiur dengan iming-iming yang ditawari pemimpin-pemimpin tersebut.
            Berdasarkan uraian sebelumnya ini maka ada penyebab mendasar kenapa seseorang melakukan korupsi yaitu seperti yang tertera dalam QS. A At Taubah ayat 85 yang artinya : 
             “Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir.”
            Berdasarkan ayat ini, seseorang sering terkelabuhi dengan kenikmatan dunia, baik harta-harta yang melimpah bahkan keturunan. Dengan harta, seseorang sering lupa siapa penciptanya, darimana ia mendapat harta tersebut, untuk apa seharusnya harta itu dimanfaatkan dan lain-lain.
            Sehingga untuk mendapatkan harta yang banyak, cara apapun akan dilaksanakan sehingga ia bisa mendapatkan harta yang lebih banyak lagi. Inilah yang menyebabkan korupsi sering terjadi. Tidak hanya korupsi yang di pemerintah seperti wisma atlet, bank centuri, atau yang lainnya. Melainkan korupsi jenis kecil pula seperti memanfaatkan dakwah untuk mecari uang, datang terlambat sehingga mengganggu orang lain, menyembunyikan ilmu yang telah didapatkan dan bentuk kecil-keccil lainnya.
            Ada hadits yang mengabarkan tentang korupsi yaitu (artinya) : 
       Barangsiapa di antaramu kami minta mengerjakan sesuatu untuk kami, kemudian ia menyembunyikan satu alat jahit (jarum) atau lebih dari itu, maka perbuatan itu ghulul (korupsi) harus dipertanggung jawabkan nanti pada Hari Kiamat. (HR. Muslim)
Hadis ini memberitahukan bahwa ketika kita mengerjakan kebaikan, tetapi kita melakukan perbuatan yang salah untuk kepentingan diri  kita sendiri maka perbuatan itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.
Sebenarnya jika kita sering mempelajari ilmu islam (Al Qur’an dan Al Hadits) maka banyak sekali perintah dan larangan yang menuntun kita untuk jauh dari korupsi,. Tetapi itu tergantung dari hati pribadi. Ketika imamnya buruk maka yang harampun tidak menjadi masalah jika menjadi halal.
Oleh karena itu, pelru adanya upaya bagaimana mengurangi kebiasaan korupsi ini. Upaya itu diantaranya memperbaharui iman, senantiasa segera mengevaluasi diri jika melakukan kesalahan. Dengan iman yang selalu diperbaharui ini maka akan mengingatkan kita bahwa hidup didunia ini hany sementara dan kita harus memberikan manfaat kepada orang lain.
Selain itu, ketika kita mendapat rizki dari ALLAH maka harus segera kita sisihkan untuk orang lain yang mempunyai hak atas harta tersebut. Serta kita juga harus menghindari sifat iri hati atas harta , jabatan atau yang lainnya sehingga kita tidak berbuat semena-mena untuk mengejar harta, jabatan atau yang lainnya tersebut.
Akhir kata, mari kita meningkatkan iman kita sehingga kita bisa menjadi orang yang bisa bermanfaat untuk orang lain buka menjadi orang yang selalu menyusahkan orang lain.
Referensi :
Al Qur’an dan Al Haditss
http://nasional.kompas.com/read/2011/12/01/17515759, diakses hari senin, 30 April 2012


No comments:

Post a Comment